@benin6
Tak tahu harus bertutur dari mana
Ketika pertama jumpa, sebelumnya, atau saat kaunyatakan cinta
Pertama dan untuk selamanya, kubuka dua jalan bahagia dan duka, tergantung sang nahkoda
Hatiku yang sangat sering kau permainkan dengan dusta dan cinta
Maupun rahimku tempat kaumuntahkan napsu dan asmara
Mengenalmu kukenal dunia biru, cumbu, dan jilatan nafsu
Untukmu pertama kubuka mulut, kupasrahkan puting, dan kubuka celah di antara kedua paha menyambutmu
Darimu kupelajari nyeri ternikmat yang Tuhan cipta
Darimu kutahu guna baru lidah, telunjuk, dan payudara
Maka hanya denganmu kumampu nikmati semua
Pelan dan sabar kaubimbing aku
Muridmu patuh mengikuti semua petunjuk dan bahasa kamasutra
Sekali dua nyeri menghunjam ulu hati, perihnya tak terperi
Ketiga dan seterusnya kau ciptakan pemadat baru
Tubuh ini mengemis sentuhanmu
Pintaku satu, saat keriput menggores wajah cantikku
Ompong gigi memudahkan melumatmu
Menopause menurunkan gairahku
Kuingin kau tetap hangat mencumbuku
Dalam keropos tulang pinggulmu
Kita temukan formasi baru menuju surga